Reksa Dana adalah wadah untuk menghimpun dana dari pemodal untuk diinvestasikan dalam portofolio efek/instrument finansial seperti saham, obligasi, dan instrumen pasar uang (deposito dan obligasi dengan tenor dibawah 1 tahun) oleh manajer investasi profesional. Investasi reksa dana merupakan pilihan terbaik baik bagi para pemodal yang tidak memiliki waktu, pengetahuan atau pengalaman yang dibutuhkan untuk berinvestasi pada pasar modal. Singkatnya, reksa dana adalah investasi di pasar modal yang disederhanakan. Investor cukup membeli paket-paket investasi (yang dikenal dengan nama Unit Penyertaan) yang disediakan oleh Manajer Investasi. Paket investasi inilah yang berisi berbagai saham, obligasi, dan pasar uang yang sudah diperhitungkan pertumbuhan dan risikonya oleh Manajer Investasi.

Investor dapat memiliki produk reksa dana di berbagai macam kelas aset sesuai dengan kebutuhan, tujuan dan risiko dalam investasi. Modal investasi yang terjangkau juga merupakan keunggulan investasi reksa dana, di mana pemodal dapat berinvestasi dalam berbagai macam instrumen finansial tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar. Hal ini seperti membeli Rujak/Salad, kita mendapatkan aneka macam buah dan dapat diatur tingkat kepedasannya. Pada reksa dana aneka macam buah ini berarti membeli berbagai macam aset dan tingkat kepedasan sebagai risk profile/ toleransi risiko dari investor.

Reksa Dana awalnya diciptakan tahun 1774 setelah terjadinya krisis finansial di Eropa. Dalam rangka menciptakan peluang untuk diversifikasi, seorang pengusaha Belanda bernama Van Ketwich memutuskan untuk mengumpulkan sejumlah dana investor untuk diinvestasikan pada perkebunan di beberapa daerah Eropa dan Amerika. Inilah yang menjadi cikal bakal reksa dana yang kita kenal sekarang.

Seperti yang sudah kita ketahui, reksa dana adalah salah satu alternatif investasi yang cocok bagi investor yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi. Secara umum kelebihan berinvestasi di Reksa Dana dibandingkan dengan instrumen lainnya adalah:

  1. Diversifikasi
    Keuntungan utama berinvestasi dalam reksa dana adalah diversifikasi aset. Sebagai contoh, seorang investor dapat membeli saham di sektor Keuangan dan kemudian membeli beberapa saham lain di sektor Agrikultur pada saat yang bersamaan. Hal ini akan membantu investor untuk mengurangi dampak fluktuasi pasar dan meminimalisir kerugian pada portofolio investasi. Keuntungan reksa dana lainnya adalah diversifikasi dan alokasi aset secara instan tanpa harus mengeluarkan biaya yang mahal. Reksa Dana Pendapatan tetap memungkinkan kamu untuk berinvestasi dalam instrumen surat utang seperti, instrumen pasar uang (money market instrument), dan surat obligasi pemerintah atau korporasi. Kemudian ada juga reksa dana campuran yang menawarkan peluang investasi ke saham dan surat utang
  2. Investasi dimulai dengan nominal kecil
    Beberapa surat berharga (saham dan obligasi) memiliki minimum pembeliannya dengan nominal besar. Namun melalui reksa dana, investor dapat membeli surat berharga(saham dan obligasi) dalam nominal yang lebih kecil. Hal ini membantu investor melakukan investasi berkala /dollar cost averaging. Maka itu, investor tidak perlu lagi menunggu sampai memiliki banyak uang untuk memiliki saham suatu perusahaan/ instrument keuangan lainnya. Reksa dana memanfaatkan kekuatan kolektif untuk menurunkan biaya dan memaksimalkan profit. Selain itu, berinvestasi di reksa dana juga tidak terkena pajak secara langsung karena telah ditanggung oleh manajemen investasi.
  3. Mudah dalam pencairan
    Keuntungan lain dari reksa dana adalah kemudahan dalam membeli dan mencairkan unit reksa dana.
  4. Dikelola oleh Profesional
    Kegiatan investasi membutuhkan keterampilan finansial. Konsistensi dalam melakukan studi pasar pada berbagai macam industri dan perusahaan merupakan hal yang harus diperhatikan dalam berinvestasi. Untuk membantu Anda dalam berinvestasi, Anda membutuhkan tim pengelola investasi yang telah memperoleh Izin Wakil Manajer Investasi dan diawasi oleh OJK untuk mengelola portofolio Anda.
  5. Legalitas Aman
    Kegiatan investasi reksa dana di Indonesia diatur dengan baik oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini memberikan keamanan bagi para investor untuk berinvestasi.

Pengenalan Produk Reksa Dana

Reksa dana terbagi atas 4 (empat) tipe berdasarkan objek investasinya, yaitu :

  • Reksa Dana Pasar Uang: Reksa Dana ini memiliki objek investasi pada instrumen pasar uang (deposito dan obligasi dengan tenor dibawah 1 tahun) dengan masa jatuh tempo kurang dari 1 (satu) tahun.
  • Reksa Dana Pendapatan Tetap: Reksa Dana ini memiliki objek investasi minimal 80 persen dalam bentuk efek utang atau obligasi.
  • Reksadana Saham: Reksa Dana ini memiliki objek investasi minimal 80 persen dalam bentuk saham.
  • Reksadana Campuran:Reksa Dana ini memiliki objek investasi yang bervariasi dalam bentuk pasar uang, obligasi, dan saham.
Ikuti Quiz tentang Pengenalan Reksa Dana